Hubungi Kami

Plaza Golden Fatmawati (D' best) Blok J 8
Jl. RS Fatmawati 15, Jakarta 12420

Ph : +62-21-75916012 - 16
Fx : +62-21-75915802 - 03
Email : info@tgp.co.id
Web : www.tgp.co.id

picture

Area Kerja Kami


picture

picture


Konflik AS-Israel vs Iran Diprediksi Bikin Biaya Konstruksi Melonjak

Kompas.com, 11 Maret 2026

JAKARTA, KOMPAS.com - Eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran memicu kekhawatiran akan dampaknya terhadap berbagai sektor ekonomi, termasuk industri konstruksi. Lonjakan harga minyak dan gas global yang berpotensi terjadi akibat ketegangan geopolitik tersebut dinilai dapat mendorong kenaikan biaya pembangunan proyek properti. Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto mengakui energi merupakan komponen penting dalam struktur biaya konstruksi, terutama pada proses produksi dan distribusi material bangunan. “Energi ini memang kita tahu adalah sebuah komponen yang penting, terutama dalam produksi semen, kemudian baja, dan juga distribusi material bangunan,” ujar Ferry, menjawab Kompas.com, Senin. Dia menjelaskan, apabila harga minyak dan gas global naik signifikan, maka biaya konstruksi berpotensi terdorong meningkat.

Dampak Hanya Terbatas

Namun demikian, dampak di Indonesia relatif lebih terbatas dibandingkan negara yang sangat bergantung pada impor bahan baku konstruksi.“Namun, kalau dampak di Indonesia ini relatif terbatas, kenapa? Karena sebagian bahan baku utama itu diproduksi secara domestik,” kata dia. Selain itu, pemerintah masih memiliki mekanisme pengendalian harga energi tertentu yang dapat meredam lonjakan biaya secara ekstrem.

Dengan adanya instrumen kebijakan tersebut, kenaikan biaya konstruksi dinilai mungkin terjadi, tetapi tidak serta-merta melonjak tajam. “Jadi, kenaikan biaya konstruksi mungkin terjadi tetapi rasanya tidak akan melonjak ekstrem, kecuali terjadi krisis energi global yang luas,” tandasnya.

(Sumber : Kompas.com)